Slide Show

Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" />
Selamat datang di berita gadget dan kesehatan Lisboa369
Tampilkan postingan dengan label Ilmuwan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmuwan. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Mei 2016

Peneliti Indonesia Kembangkan Limbah Jadi Bahan Peledak


Lisboa369.com - Oli bekas selama ini menjadi musuh bagi lingkungan. Namun seorang peneliti dari PT Dahana (Persero) Erwin Cipta Mulyana menjadikannya sebagai sesuatu benda yang memiliki nilai tambah.

Erwin "menyulap" oli bekas tersebut menjadi bahan peledak emulsi (bulk emulsion). Kini, bahan peledak emulsi ini dipakai perusahaan pertambangan umum seperti emas dan batu bara.

Ide pemakaian oli bekas sebagai bahan peledak bermula dari melimpahnya oli bekas di area pertambangan. Sebab, di sana banyak alat-alat berat yang beroperasi.

Daripada menimbulkan masalah lingkungan dan pembuangan oli bekas pun perlu izin dengan biaya cukup mahal, limbah ini dimanfaatkan menjadi bahan peledak.

Meski menggunakan bahan berbahaya, seluruh proses pembuatan bahan peledak dari oli bekas ini telah mengikuti aturan yang dikeluarkan pemerintah.
Erwin mengatakan, dibandingkan bahan peledak ANFO (ammonium nitrat fuel oil), peledak emulsi dari oli bekas ini lebih bisa disesuaikan dengan karakterlokasi pertambangan. 

Selain itu, bahan peledak emulsi memiliki kinerja konsisten baik di tanah basah maupun kering, serta sangat sensitif sekaligus tahan terhadap tekanan.


Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,ionclub,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473    
Read More » >

Sabtu, 19 Maret 2016

Tulang Rawan Hasil Cetakan Printer 3D

Printer 3D Tulang Rawan
Tulang rawan adalah bagian tubuh yang penting. Tulang yang lunak tersebut memberikan struktur bagi tubuh, dan beberapa organ penting, serta melindungi sendi yang terdapat di antara tulang. Tentu akan sangat berbahaya jika tulang rawan ini rusak. Hal ini dikarenakan tulang ini tak bisa regenerasi.

Namun teknologi kini memberikan solusi bagi hal ini. Bidang baru yang cukup menarik, yakni 'bioprinting' yang merupakan sebuah bidang yang memproduksi materi-materi biologis dengan sistem 3D printing, sedang mengembangkan tulang rawan yang merupakan hasil cetak 3D.

Tim dari Wallenberg Wood Science Center di Swedia, yang dipimpin oleh Paul Gatenholm, mengembangkan metode tersebut dan akan menguji cobakan tulang artifisial mereka di tikus. Mereka memperagakan hasil penelitiannya di National Meeting and Exposition of the American Chemical Society.

"Bioprinting 3 dimensi adalah sebuah teknologi yang di harapkan dapat memberikan revolusi pada bidang medis terutama regenerasi di bidang ilmu kedokteran," ungkap Gatenholm.

"Tim kami tertarik untuk bekerja dengan para ahli bedah plastik untuk membuat tulang rawan yang mungkin rusak karena kecelakaan atau kanker. Kami mengerjakan tulang rawan untuk telinga dan hidung, di mana itu adalah bagian tulang rawan yang sulit dibenahi oleh ahli bedah," tambahnya.

Metode yang digunakan untuk membuat tulang rawan tersebut, adalah dengan mengimplan sel pembangun tulang rawan di sebuah medium, lalu menumbuhkannya di kondisi yang mirip dengan di tubuh manusia. Pada langkah terakhir, 3D printer akan mencetak selnya yang telah tumbuh agar bentuknya menyerupai tulang rawan yang asli.

Namun penelitian ini bukan tanpa masalah. Dalam proses pengembangan ini, seringkali hasil yang muncul adalah gumpalan yang tak berbentuk. Kunci dari pengembangan teknologi ini adalah medium yang pas dalam mengembangkan sel tulang rawannya. Oleh karena itu, mereka menggunakan polisakarida dari tumbuhan alga dan fibril selulosa dari batang kayu, untuk membuat struktur tulang rawan tetap berbentuk sempurna.

Dalam uji cobanya, tulang rawan ini mampu bertahan di tubuh tikus, dan juga memicu tubuhnya untuk memproduksi tulang rawan yang asli.

Dengan ini, teknologi pengembangan tulang rawan ini sudah siap untuk diuji cobakan ke manusia. Hal yang dilakukan Gatenholm dan tim, saat ini adalah menggandeng para bedah plastik, untuk memastikan bahwa para ahli bedah bisa menjembatani penemuannya dengan dunia medis, serta tetap pada regulasi medis yang berlaku.
Read More » >