Slide Show

Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" />
Selamat datang di berita gadget dan kesehatan Lisboa369
Tampilkan postingan dengan label Amerika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amerika. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Maret 2016

Pengguna VPN Tertinggi Masih Tetap Indonesia

Ilustrasi
Lisboa369.com - Riset terbaru menunjukkan bahwa Indonesia menjadi pengguna virtual private network (VPN) terbesar di dunia, akibat banyaknya situs-situs yang diblokir oleh pemerintah.

VPN adalah tool untuk membuat koneksi private dengan data yang dienkripsi. Tool ini sering dipakai untuk membuat alamat IP baru atau browsing internet secara anonim, sehingga bisa dipakai untuk menembus blokir internet di suatu negara.

Dalam survei yang dibuat oleh Global Web Index tentang penggunaan VPN itu, diketahui sebanyak dua dari lima pengguna atau 41 persen dari pengguna internet di Indonesia ternyata menggunakan VPN untuk mengakses situs-situs di internet.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain di dunia, seperti Amerika Serikat (16 persen), Vietnam (35 persen), Brasil (36 persen), dan China (29 persen).

Survei tersebut juga mengungkap bahwa VPN oleh netizen Indonesia dipakai untuk mengakses konten-konten video hiburan, seperti iTunes, Netflix, YouTube, dan Vimeo.

Alasan besar lain mengapa netizen Indonesia memakai VPN adalah untuk mengakses situs atau jaringan yang diblokir oleh pemerintah, dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan TRUST Positif.

Kemenkominfo memiliki dalih untuk melindungi pengaruh negatif internet bagi pengguna di Indonesia dalam setiap melakukan pemblokiran. Sejumlah situs pun hingga kini tidak bisa diakses, seperti Vimeo dan situs-situs berbau esek-esek.

"Orang menganggap VPN adalah tool yang tidak banyak dipakai, namun kenyataannya banyak pemakainya," kata Jason Mander, Head of Trends di firma Global Web index.

"Di negara seperti China, Indonesia, dan Thailand, orang-orang memakai VPN untuk mengakali blokir pemerintah," imbuhnya.



www.lisboa369.com

kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

livechat: lisboa369.com

yahoo mesenger: cs_lisboa369@yahoo.com

line:lisboa369

wechat:Lisboa369

pin bb:2C061DC0

Skype : lisboa_369

WhatsApp : +66924855473
Read More » >

Sabtu, 19 Maret 2016

Tulang Rawan Hasil Cetakan Printer 3D

Printer 3D Tulang Rawan
Tulang rawan adalah bagian tubuh yang penting. Tulang yang lunak tersebut memberikan struktur bagi tubuh, dan beberapa organ penting, serta melindungi sendi yang terdapat di antara tulang. Tentu akan sangat berbahaya jika tulang rawan ini rusak. Hal ini dikarenakan tulang ini tak bisa regenerasi.

Namun teknologi kini memberikan solusi bagi hal ini. Bidang baru yang cukup menarik, yakni 'bioprinting' yang merupakan sebuah bidang yang memproduksi materi-materi biologis dengan sistem 3D printing, sedang mengembangkan tulang rawan yang merupakan hasil cetak 3D.

Tim dari Wallenberg Wood Science Center di Swedia, yang dipimpin oleh Paul Gatenholm, mengembangkan metode tersebut dan akan menguji cobakan tulang artifisial mereka di tikus. Mereka memperagakan hasil penelitiannya di National Meeting and Exposition of the American Chemical Society.

"Bioprinting 3 dimensi adalah sebuah teknologi yang di harapkan dapat memberikan revolusi pada bidang medis terutama regenerasi di bidang ilmu kedokteran," ungkap Gatenholm.

"Tim kami tertarik untuk bekerja dengan para ahli bedah plastik untuk membuat tulang rawan yang mungkin rusak karena kecelakaan atau kanker. Kami mengerjakan tulang rawan untuk telinga dan hidung, di mana itu adalah bagian tulang rawan yang sulit dibenahi oleh ahli bedah," tambahnya.

Metode yang digunakan untuk membuat tulang rawan tersebut, adalah dengan mengimplan sel pembangun tulang rawan di sebuah medium, lalu menumbuhkannya di kondisi yang mirip dengan di tubuh manusia. Pada langkah terakhir, 3D printer akan mencetak selnya yang telah tumbuh agar bentuknya menyerupai tulang rawan yang asli.

Namun penelitian ini bukan tanpa masalah. Dalam proses pengembangan ini, seringkali hasil yang muncul adalah gumpalan yang tak berbentuk. Kunci dari pengembangan teknologi ini adalah medium yang pas dalam mengembangkan sel tulang rawannya. Oleh karena itu, mereka menggunakan polisakarida dari tumbuhan alga dan fibril selulosa dari batang kayu, untuk membuat struktur tulang rawan tetap berbentuk sempurna.

Dalam uji cobanya, tulang rawan ini mampu bertahan di tubuh tikus, dan juga memicu tubuhnya untuk memproduksi tulang rawan yang asli.

Dengan ini, teknologi pengembangan tulang rawan ini sudah siap untuk diuji cobakan ke manusia. Hal yang dilakukan Gatenholm dan tim, saat ini adalah menggandeng para bedah plastik, untuk memastikan bahwa para ahli bedah bisa menjembatani penemuannya dengan dunia medis, serta tetap pada regulasi medis yang berlaku.
Read More » >

Selasa, 15 Maret 2016

Jutaan Pelanggaran Terjadi Di Konten Facebook

Ilustrasi
Lisboa369.com - Facebook menerima lebih dari satu juta laporan pelanggaran dari pengguna setiap harinya. Hal tersebut diungkapkan oleh Monika Bickert, Head of Global Policy Management Facebook.

Di gelaran SXSW pada sesi Online Harassment Summit,Sabtu (12/3/2016) kemarin, ia berbicara mengenai perbedaan antara kebebasan berbicara (freedom of speech) dan ujaran kebencian (hate speech).

Dikutip dari CNNMoney, Senin (14/3/2016), ia mengatakan ia tidak tahu berapa persen dari laporan tersebut yang masuk kategori serius dan dicopot dari Facebook.

Untuk diketahui, sesi dengan format panel itu berfokus pada seberapa jauh perusahaan teknologi bisa bertindak dalam menghapus konten yang berpotensi berbahaya pada platform mereka.

"Anda bisa mengkritik lembaga, agama, dan Anda dapat terlibat dalam percakapan politik yang kuat," ujar Bickert. Tapi, lanjutnya, apa yang orang tidak boleh lakukan adalah melewati garis pembatas dengan menyerang seseorang atau sekelompok orang berdasarkan karakteristik tertentu.

Bickert berujar, Facebook mengutamakan penelaahan tulisan yang menghasut bahaya fisik, tapi semua laporan pelanggaran ditelaah oleh karyawan Facebook yang terlatih.

Ia juga menuturkan, dirinya sering ditanya mengapa perusahaan tidak memiliki engineer yang mampu mengatasi tulisan bernada kebencian di Facebook secara proaktif dan sempurna.

"Ketika bicara soal kebencian, itu sangat kontekstual. Kami pikir, itu penting bagi orang-orang untuk membuat keputusan tersebut," katanya menambahkan.

Tak lupa ia memaparkan bahwa suatu hari nanti otomatisasi dapat memainkan peran yang lebih besar.
Read More » >