Slide Show

Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" />
Selamat datang di berita gadget dan kesehatan Lisboa369
Tampilkan postingan dengan label Stroke. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Stroke. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Agustus 2016

Tindakan Yang Harus Diambil Jika Terjadi Gejala Stroke


Lisboa369.com - Panduan mengenali gejala stroke dengan mengingat FAST.


Orang yang memiliki faktor risiko stroke, misalnya kegemukan, hipertensi, atau diabetes tidak terkontrol, perlu mewaspadai gejala stroke. Jika menemukan gejalanya, harus segera dibawa ke rumah sakit sebelum 4,5 jam.

Dokter spesialis saraf Herianto mengatakan, panduan mengenali gejala stroke bisa dengan mengingat FAST. FAST merupakan singkatan dari face (wajah), arm (lengan atau anggota gerak), speech (bicara), dan time (waktu).

Baca juga


"Face, kita lihat ada perubahan simetri pada wajah enggak. Kalau arm, lihat lengan ada kelemahan enggak," kata dokter dari Eka Hospital Tangerang Selatan ini dalam acara temu media di Jakarta, Rabu (10/8/2016).

Selain itu, perhatikan pula cara bicaranya apakah tiba-tiba menjadi cadel, pelo, atau bahkan sulit berbicara. Jika menemukan gejala tersebut, segera bawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) di rumah sakit terdekat.

Bila pasien mengalami stroke, orang di sekitarnya perlu mempertahankan oksigen atau jalan napasnya. "Kalau pasien muntah ya dibersihkan dulu, jangan sampai masuk ke jalan napas," kata Heri.

Heri menjelaskan, pasien dengan gejala stroke tersebut harus segera ditolong agar sumbatan pembuluh darah di otak tidak bertambah parah. Dengan demikian risiko kecacatan yang lebih parah dapat dicegah.

Meski gejala stroke tiba-tiba pulih, pasien tetap harus dibawa ke rumah sakit. Gejala stroke itu bisa saja mendadak muncul kembali dengan kondisi lebih parah. Di rumah sakit dokter akan melakukan pemindaian di otak untuk melihat lebih detil kerusakan pada otak.

Jika stroke tidak segera diatasi, bisa terjadi kecacatan permanen, proses pemulihan lebih lama, hingga kematian.

Heri mengatakan, stroke umumnya menyerang mereka yang berusia di atas 50 tahun. Namun, kini mulai banyak ditemukan pada usia muda atau di bawah 50 tahun.


Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,ionclub,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473
Read More » >

Rabu, 16 Maret 2016

Pertumbuhan Kanker Bisa Dipicu Dari Tidur Mendengkur

Ilustrasi
Lisboa369.com - Kenal sleep apnea? Sleep apnea adalah gangguan tidur yang mengganggu pernapasan seseorang saat tidur. Salah satu gejala yang mudah diketahui dari sleep apnea adalah penderita mendengkur dengan keras saat terlelap.

Tak dipungkiri, sleep apnea merupakan salah satu penyakit yang tak bisa diabaikan. Gangguan tidur ini bisa menyebabkan seseorang berhenti bernapas secara tiba-tiba. Yang lebih buruk lagi, sebuah penelitian terbaru mengaitkan sleep apnea dengan pertumbuhan tumor kanker.

Sleep apnea menyebabkan penurunan kadar oksigen dalam darah, kekurangan oksigen dalam darah tersebut dapat memicu perkembangan tumor. Pasalnya, kondisi ini mempengaruhi pertumbuhan pembuluh darah.

Seperti yang diketahui, sleep apnea menyebabkan kondisi di mana dinding tenggorokan menjadi santai dan menghambat saluran udara. Kondisi ini ternyata memicu obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, serangan jantung dan stroke.

Dalam penelitian terbaru yang dilakukan oleh tim peneliti dari Amerika Serikat dan Spanyol menggunakan tikus yang memiliki kanker ginjal sebagai subjek penelitian. Mereka menemukan bahwa kurangnya kadar oksigen dalam darah memicu pertumbuhan sel tumor dengan membentuk pembuluh darah.

Hasil penelitian ini juga menemukan alasan yang menjelaskan pasien yang berolahraga mendapatkan pompaan oksigen dari darah memiliki kekuatan untuk melawan kanker.
Read More » >

Senin, 14 Maret 2016

Beberapa Penyebab Stroke Dan Cara Mencegah Sejak Dini


Lisboa369.com - Stroke trombotik dapat memengaruhi pembuluh darah besar atau kecil. Stroke yang memengaruhi pembuluh darah besar akan mengakibatkan sumbatan yang besar, dan luasan area otak yang terpengaruh juga besar. Stroke yang seperti ini dapat mengakibatkan kelumpuhan.

Jika yang terpengaruh adalah pembuluh darah kecil, yang biasanya terletak di bagian dalam otak, gejala yang ditimbulkan tidak sebesar jika stroke menyerang pembuluh darah besar. Pasalnya, bagian otak yang terpengaruh juga tidak terlalu besar.

Salah satu penyebab stroke trombotik adalah migrain. Dalam kasus yang parah, sakit kepala migrain dapat menyebabkan arteri otak menjadi kejang untuk waktu yang lama. Hal ini dapat membentuk pembekuan darah di otak.

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko stroke trombotik adalah:

1. Faktor keturunan
2. Diabetes
3. Tekanan darah tinggi
4. Kadar kolesterol tinggi
5. Kebiasaan merokok

Gejala

Gejala stroke trombotik bervariasi, tergantung area otak yang mana yang terpengaruh. Masing-masing area otak bertanggungjawab terhadap fungsi tubuh yang berbeda juga. Ada bagian otak yang mengatur gerak motorik tangan, ada yang mengatur kemampuan bicara, kemampuan mengingat dan lain sebagainya.

Gejala paling umum meliputi; sakit kepala, kebingungan, lemah otot separuh tubuh, mati rasa di beberapa bagian anggota tubuh yang datang secara tiba-tiba, kehilangan keseimbangan, rabun atau kehilangan kemampuan melihat, dan kesulitan berjalan atau berbicara.

Jika gejala-gejala tersebut muncul tiba-tiba, artinya mungkin Anda mengalami stroke trombotik atau stroke jenis lain. Gejala dapat mereda atau tetap atau bisa juga semakin buruk dalam hitungan jam atau hari.

Pencegahan

Jika Anda telah memiliki satu jenis stroke, Anda berisiko tinggi mengalami jenis stroke yang lain.

Anda dapat membantu mencegah stroke trombotik. Anda dan dokter Anda harus berhati-hati mengelola faktor-faktor risiko penyumbatan pembuluh darah seperti:

  1. Tekanan darah tinggi. Pertama, tentu Anda harus memertahankan pola hidup sehat seperri rutin berolahraga, menjauhi rokok dan membatasi konsumsi lemak jenuh. Beberapa obat-obatan telah terbukti memiliki manfaat untuk kondisi tekanan darah tinggi. Umumnya, obat-obatan tersebut harus dikonsumsi sesuai dengan resep dokter. Tanyakan kepada dokter Anda mengenai efek sampingnya dan cara mencegah efek samping tersebut. 
  2. Masalah Kolesterol. Turunkan kadar Kolesterol dengan memperbanyak asupan sayur, buah dan air putih, serta stop makanam yang banyak mengandung lemak jenuh dan lemak trans seperti gorengan, daging merah, dan jeroan. Cek kadar Kolesterol minimal lima tahun sekali. 
  3. Kurang aktivitas fisik. Berolahragalah minimal 30 menit, lima kali seminggu. Pilih naik tangga dibanding lift. Parkir kendaraan Anda beberapa blok dari kantor atau tempat belanja, lalu berjalan kakilah. 
  4. Rokok. Anda perokok? Berhenti sekarang juga. Bicarakan dengan dokter atau terapis jika Anda mengalami kesulitan menghentikan kebiasaan buruk itu. 
  5. Suka minum alkohol? Kurangi segera. Batasi konsumsi alkohol hanya jika ada acara khusus, tidak lebih dari dua takaran dalam sehari. Narkotika juga bisa meningkatkan risiko stroke, jauhi hal-hal itu. 
  6. Luangkan waktu untuk bersantai. Hindari faktor yang membuat Anda stres. Migrain kerap kambuh jika Anda tertekan secara emosi. Bekerjasamalah dengan dokter untuk mengatasi migrain lebih lanjut. 
Ada beberapa obat yang biasa digunakan dokter untuk stroke akibat penyumbatan pembuluh darah seperti tissue plasminogen activator (t-PA).

Obat ini diminum segera beberapa jam setelah gejala stroke muncul. Ketika gejala muncul, segera ke rumah sakit. Obat-obatan untuk stroke dan penanganan medis lainnya hanya bisa didapat di bawah arahan dokter.

Seseorang yang memiliki gejala stroke yang signifikan harus dirawat di rumah sakit sehingga dokter dapat mengawasinya agar gejala tidak bertambah buruk.

Seseorang dengan stroke berat mungkin memerlukan ventilator mekanik untuk membantu pernapasan dan mungkin juga memerlukan bantuan perawat atau keluarga untuk melakukan hal-hal yang tidak lagi bisa dilakukannya sendiri seperti makan dan berganti pakaian.

Di rumah sakit, penderita bisa bertemu dengan terapis okupasi dan fisik. Terapis dapat membantu dia belajar mengatasi disabilitasnya. Seringkali, pasien harus dirujuk ke pusat rehabilitasi jika fasilitas di rumah sakit kurang memadai.

Namun, mencegah selalu lebih baik dan murah dari mengobati. Pola hidup sehat seperti dipaparkan di atas adalah cara terbaik mencegah dan mengatasi stroke.
Read More » >