Slide Show

Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" />
Selamat datang di berita gadget dan kesehatan Lisboa369
Tampilkan postingan dengan label Vaksin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Vaksin. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Juli 2016

Perbedaan Vaksin Antara Efek Samping Demam Dan Tidak Demam


Lisboa369.com - Demam merupakan salah satu efek samping yang bisa terjadi pada beberapa anak setelah diberi vaksin. Misalnya vaksin DPT (difteri, pertusis, tetanus) yang kerap menimbulkan demam pada anak.

Hal ini pun menjadi alasan sejumlah orangtua memilih jenis vaksin DPT impor yang tidak menyebabkan demam.

Kepala Divisi Tumbuh Kembang Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Profesor dr Kusnandi Rusmil, SpA(K) menjelaskan, demam disebabkan oleh kandungan pertusis pada vaksin DPT jenis whole cell.

Istilah whole cell artinya, pembuatan vaksin menggunakan seluruh sel kuman yang telah dilemahkan. Akibatnya, anak berisiko demam hingga kejang demam, karena suhu tubuh terlalu tinggi.

"Akhirnya dibikinlah vaksin yang aseluler. Jadi selnya diambil, enggak semua kuman dimasukkan ke dalam vaksin," jelas Kusnandi saat ditemui di Pabrik PT Bio Farma, Bandung, Jumat (15/7/2016).

Setelah dilakukan penelitian, vaksin DPT aseluler memang tidak menyebabkan demam atau setidaknya hanya risiko demam yang ringan. Namun, penelitian lebih lanjut menunjukkan, vaksin DPT aseluler bisa menyebabkan anak kembali terkena pertusis saat dewasa.

Jika dibandingkan dengan vaksin DPT aseluler, whole cell ternyata juga memberikan kekebalan yang lebih tahan lama.

Karena itu, orangtua yang memilih vaksin DPT aseluler sebaiknya kembali membawa anaknya untuk divaksin ulang setelah beberapa tahun. Vaksinasi ulang untuk meningkatkan kekebalan dikenal dengan istilah booster.

Di Indonesia, yang digunakan dalam program imunisasi nasional oleh pemerintah adalah vaksin jenis whole cell buatan PT Bio Farma di Bandung, Jawa Barat. Sedangkan, vaksin DPT aseluler yang ada merupakan produk impor. Bio Farma belum memroduksi vaksin aseluler.

Dengan perbedaan kandungan vaksin dan metode pembuatannya, vaksin aseluler tentu memiliki harga lebih mahal dibanding whole cell. "Vaksin yang aseluler bikinnya lebih sulit dan mahal," lanjut Kusnandi.

Harga tinggi itulah yang diduga memicu pembuatan vaksin DPT impor dipalsukan. Umumnya, vaksin DPT impor disediakan di rumah sakit swasta.

Menurut Kusnandi, dengan harga yang mahal dan belum diproduksi dalam negeri, sulit bagi pemerintah Indonesia jika harus memberikan vaksin DPT aseluler untuk sekitar 5 juta bayi yang lahir setiap tahunnya.

Untuk itu, dalam program imunisasi nasional yang diberikan gratis, pemerintah menggunakan vaksin DPT whole cell. Kemampuan vaksin whole cell maupun aseluler untuk membuat tubuh kebal terhadap penyakit tersebut pun sama baiknya.



Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,ionclub,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473
Read More » >

Pemerintah Melaksanakan Imunisasi Ulang Pada Korban Vaksin Palsu


Lisboa369.com - Pemerintah memberikan dua jenis vaksin yang memang termasuk program nasional imunisasi dasar.

Kementerian Kesehatan telah melaksanakan imunisasi ulang terhadap korban vaksin palsu di empat lokasi, Senin (18/7/2016). 

Pemerintah memberikan dua jenis vaksin yang memang termasuk program nasional imunisasi dasar. Pertama yaitu vaksin pentavalen yang mampu memberikan kekebalan untuk 5 jenis penyakit. Pentavalen berisi vaksin DPT (Difteri, Pertusis, dan Anti Tetanus), HB (Hepatitis B) dan HiB (Haemophilus Influenza tipe B). 

Kedua adalah vaksin oral polio vaccine (OPV) yang mampu memberikan kekebalan terhadap penyakit polio. 

“Kita memberikan imunisasi sesuai dengan memerhatikan jenis vaksin palsu yang pernah didapatkan dan usia anak saat ini," ujar Menteri Kesehatan Nila F Moeloek di Jakarta, Senin (18/7/2016). 

Sejumlah anak-anak korban vaksin palsu tersebut sebelumnya terdata pernah mendapat vaksin impor yang dipalsukan, seperti pediacel dan tripacel. Pediacel seharusnya berisi vaksin untuk menangkal penyakit difteri, pertusis, tetanus, polio dan Hib (haemophilus influenza tipe b). Sedangkan, tripacel adalah vaksin impor berisi DPT. 

Adapun keempat lokasi penyelenggaraan vaksinasi ulang, yaitu di Puskesmas Kelurahan Ciracas, Rumah Sakit Umum (RSU) Kecamatan Ciracas, RS Harapan Bunda, Jakarta Timur, dan RS Sayang Bunda, Bekasi. 

Ada sekitar 20 anak yang mendapat vaksinasi ulang di masing-masing lokasi. Vaksinasi ulang ini dilakukan oleh tenaga kesehatan yang telah ditunjuk oleh pemerintah dan didampingi oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). 

Seperti biasa, imunisasi diawali dengan pemeriksaan kesehatan anak terlebih dahulu oleh dokter spesialis anak. Korban vaksin palsu lainnya juga akan mendapat vaksinasi ulang secara gratis. 

Pelaksanaan vaksinasi ulang ini memang dilakukan secara bertahap menyusul proses pendataan oleh tim satgas vaksin palsu. Setelah data terverifikasi, tim satgas akan melakukan pengecekan kembali dan keluarga dihubungi untuk melakukan imunisasi wajib.



Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,ionclub,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473
Read More » >

Minggu, 17 Juli 2016

Beberapa Teknologi Vaksin Yang Sulit Dipalsukan


Lisboa369.com - Bio Farma memiliki beberapa inovasi teknologi sehingga vaksin sulit dipalsukan atau ditiru pembuatannya.


PT Bio Farma memastikan tidak ada produk vaksinnya yang dipalsukan. Ini karena perusahaan ini sudah menggunakan teknologi tinggi.

Kepala Divisi Corporate Secretary Bio Farma M Rahman Rustan mengatakan, Bio Farma memiliki beberapa inovasi teknologi sehingga vaksin sulit dipalsukan atau ditiru pembuatannya. Hal ini juga untuk menjaga kualitas vaksin.

Setidaknya ada tiga teknokogi yang membuat produk vaksin sulit dipalsukan.

1. Uniject 



Uniject merupakan kemasan khusus untuk vaksin berbentuk seperti jarum suntik. Kemasan akan rusak secara otomatis setelah dipakai sehingga tidak dapat digunakan lagi. "Sekali pakai dibuang. Inovasi ini enggak mungkin ditiru," kata Rahman saat ditemui di pabrik Bio Farma, Bandung, Jumat (15/7/2016). Saat ini, baru dipakai untuk produk vaksin hepatitis B.

2. Vaccine vial monitor (VVM) 



Semua kemasan botol vaksin produksi Bio Farm menggunakan VVM. Ini merupakan label khusus berbentuk kotak dalam lingkaran dengan bahan yang sangat sensitif terhadap suhu panas. VVM awalnya kotak berwarna putih yang menandakan vaksin masih dalam kondisi baik.

Seiring berjalannya waktu, warna kotak bisa berubah menjadi abu-abu muda. Pada tahap ini, vaksin masih bisa digunakan asalkan belum melewati tanggal kadaluarsa. Kemudian jika kotak hilang atau warnanya sama seperti lingkaran, maka vaksin sudah tidak dapat digunakan.

Ketika terkena udara panas dalam dua hari, misalnya 37 derajat celsius, VVM pun bisa berubah warna jadi hitam. "Kalau warnanya sudah berubah hitam, vaksin juga enggak boleh digunakan lagi," ujar Kepala Bagian Pengemasan Bio Farma Yudha Bramanti.

3. Freeze Dry



Freeze dry atau beku kering juga merupakan cara produksi vaksin yang akan sulit dipalsukan. Freeze Dry adalah vaksin berbentuk seperti krim padat, untuk menggunakannya maka diperlukan pelarut.

"Vaksin palsu katanya dioplos. Kalau beku kering begini bagaimana cara oplosnya?" kata Yudha. Setelah dilarutkan, vaksin baru bisa digunakan. Cara ini baru digunakan untuk vaksin BCG dan campak.




Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,ionclub,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473

Read More » >

Selasa, 28 Juni 2016

Berbagai Jenis Vaksin Yang Dipalsukan


Lisboa369.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan setidaknya ada 12 vaksin palsu yang telah ditemukan. Vaksin ini dilaporkan memiliki merek dagang dari PT Biofarma, PT Sanofi Grup, dan PT Glaxo Smith Kline (GSK).

Plt Kepala BPOM, Drs. T. Bahdar Johan H, APT, M.Pharm, mengatakan kedua belas vaksin palsu ini ditemukan di sejumlah daerah Jabodetabek, Surabaya, Yogyakarta, Mataram, Palu, Subang, Pekanbaru, Bandung, dan Denpasar.

Berikut daftar vaksin yang dipalsukan:
1. Vaksin engerix B
2. Vaksin pediacel
3. Vaksin eruvax B
4. Vaksin tripacel
5. Vaksin PPDRT23
6. Vaksin penta-bio
7. Vaksin TT
8. Vaksin campak
9. Vaksin hepatitis B
10. Vaksin polio bOPV
11. Vaksin BCG
12. Vaksin harvix

"Banyak permintaan dari orang yang menengah ke atas untuk meminta vaksin alternatif (vaksin impor). Inilah yang menjadi celah vaksin palsu itu terus ada karena adanya permintaan," kata Bahdar dalam temu media, Selasa (28/6/2016).

Badhar menambahkan, vaksin palsu ini masuk di sarana resmi seperti rumah sakit swasta, klinik, dan rumah sakit bersalin.

Hingga saat ini isi kandungan vaksin palsu belum diketahui secara pasti. Namun Bahdar menuturkan, butuh waktu minimum 3-10 hari untuk melakukan uji laboratorium.



Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,ionclub,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473
Read More » >

Kamis, 23 Juni 2016

Peredaran Vaksin Palsu Berbahaya Terungkap Di Bekasi Dan Tangerang


Lisboa369.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap bahaya vaksin palsu yang beredar di Bekasi dan Tangerang. Meninjau kandungannya yang berisi antibiotik, vaksin palsu ini diklaim bisa merugikan tubuh,

"Kalau kandungannya sebagian sedang kita periksa. Tapi untuk yang tuberculid dia menggunakan gentamicinyang dicampur dengan air. Gentamicin itu antibiotik--ini vaksinnya yang untuk TBC yang menyebabkan fungsi tubuh tak berjalan dan merugikan," kata Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapetik dan Narkotika, Psikotropika & Zat Adiktif, Drs. T., Bahdar Johan saat temu media di Jakarta, Kamis (23/6/2016).

Ironisnya, vaksin palsu ini diberikan pada bayi. Meski belum ada korban yang melapor, namun sampai saat ini Kepolisian masih menyelidiki pelaku lainnya.

Kompol Bagian Kasubdit I Industri Perdagangan Bareskrim Polri, Hadi Setyawan, mengatakan, tadi malam Kepolisian menangkap tujuh orang terkait peredaran vaksin palsu dan sekarang masih kami kembangkan di daerah tersebut tapi yang jelas sudah kami tahan.

"Pembuatan vaksin palsu tersebut diracik dengan alat sederhana di dalam perumahan lalu diedarkan melalui distributor yang tentunya ilegal," katanya.

Sebelumnya, Penyidik Subdit Industri dan Perdagangan (Indag) Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri menggerebek lokasi pembuatan vaksin palsu bayi di Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten.

BPOM menyatakan, vaksin palsu telah beredar sejak 2014 silam, namun temuan vaksin palsu sebelumnya masih berjumlah kecil.

"Yang ditangkap oleh bareskrim sekarang ini dalam jumlah yang cukup besar dan pabriknya juga ketahuan," ujar Bahdar dalam konferensi pers Temuan Operasi Pangea IX di Aula Gedung C, Badan Pengawas Obat dan Makanan, Kamis (23/06/2016).

Peningkatan bisnis vaksin yang terus meningkat ini akibat pola dagang yang cukup baik dan mahal. Menurut Bahdar hal tersebut yang memicu pemain vaksin palsu terus beroperasi.

Bahdar pun mengingatkan agar masyarakat tak perlu ketakutan secara berlebihan namun harus tetap berwaspada atas beredarnya vaksin palsu ini.

"Masyarakat atau pasien tak perlu memeriksa 'Pak saya ini disuntik apa' kalau seperti itu sudah berlebihan. Serahkan itu kepada dokter, serahkan sesuatu kepada ahlinya," kata Bahdar.

Bahdar menambahkan, Badan POM telah berkoordinasi dengan pelayanan-pelayanan kesehatan untuk tetap mencari vaksin-vaksin palsu. Sebab menurutnya ada beberapa hal yang membedakan vaksin palsu dan asli.

"Vaksin yang aman dari biofarma dan sanopi, pada biofarma tutupnya abu-abu kalo bukan abu-abu ya pasti palsu. Kalau sanofi tidak dijual pada distributor atau bahasa kasarnya penjual asongan. Ini bukan telur asin, ini vaksin," ujarnya.



Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,ionclub,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473
Read More » >