Slide Show

Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" />
Selamat datang di berita gadget dan kesehatan Lisboa369
Tampilkan postingan dengan label Psikologis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologis. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Juni 2017

Beberapa Manfaat Luar Biasa Mimpi Bagi Psikologis Manusia

Ilustrasi tidur

Lisboa369 - Bermimpi bisa dialami oleh semua manusia. Baik itu mimpi indah maupun buruk, mimpi bukanlah hal yang asing atau aneh bagi kita.

Meski demikian, kita tak mengerti mengapa kita bermimpi. Di era sebelum ilmu pengetahuan, mimpi dianggap berhubungan dengan hal yang akan terjadi di masa depan serta hal mistis. Di era sekarang, hal tersebut tentu tak lagi relevan.

Di dunia psikologi, para psikolog dan ilmuwan cenderung melihat mimpi sebagai platform yang memiliki fungsi emosional. Mimpi sama sekali tak memiliki fungsi langsung secara fisik, namun hal tersebut bisa mempengaruhi kita tanpa disadari.

Oleh karena itu, mimpi terus dipelajari asal-usulnya, terutama alasan di balik mengapa manusia bermimpi. Berikut beberapa teorinya.

1.  Mimpi adalah proses transfer memori


Beberapa penelitian menyebut bahwa mimpi adalah media yang membantu manusia menyimpan informasi. Dilansir dari penelitian yang dimuat Psychology Today, disebut bahwa memori akan disimpan di hippocampus, bagian dari otak yang terkait dengan ingatan jangka panjang.

Namun ingatan tersebut akan dipindah ke cerebral cortex selama kita tidur. Ini merupakan bagian otak yang memproses informasi baru, yang juga dikenal sebagai pusat kognisi dan pengetahuan.

Kegiatan tidur memungkinkan otak kita untuk mentransfer ingatan sehingga bisa direkam. Inilah proses yang kita alami sebagai mimpi.

Sebuah studi lain juga menyebutkan bahwa hippocampus akan memutar ulang hari-hari kita dalam mimpi, dengan berbagai variasi.

2. Mimpi adalah terapi


Kita semua tentu pernah mengalami mimpi yang mengerikan. Bukan mengerikan karena ada unsur mistis atau hantu, namun justru mengerikan karena mimpi tersebut terlalu nyata.

Seperti yang dilansir dari Scientific American, mimpi ini terjadi ada sebabnya. Psikologi percaya bahwa mimpi itu terjadi untuk mengatasi emosi yang kuat seperti ketakutan, kesedihan, dan cinta. Psikolog percaya bahwa hal ini membuat kita mampu untuk bertindak dalam memisahkan emosi dan kejadian tertentu.

Dengan ini, kita bisa lebih baik dalam memproses emosi, karena otak kita bisa menghubungkan antara perasaan dan pengalaman masa lalu. Para ilmuwan juga telah menemukan bahwa cara kerja otak seperti ini akan berbeda kondisinya dengan ketika otak sedang tidak tidur. Dengan kata lain, secara tidak kita sadari, mimpi adalah terapi.

3. Mimpi bisa cegah kecemasan berlebih


Mengutip dari jurnal NCBI, sebuah studi di tahun 2009 menyebut bahwa pasien depresi dan kecemasan berlebih memiliki korelasi positif antara mimpi dengan distorsi kognitif semacam itu.

Lima peneliti mempelajari dua kelompok mahasiswa, kelompok pertama terdiri dari 35 mahasiswa yang sehat, dan kelompok kedua terdiri dari 20 mahasiswa yang dilanda depresi dan kecemasan berlebih. Dengan metode yang meneliti fase tidur REM dan NREM, mereka diharuskan menyelesaikan tes daya ingat, suasana hati dan penilaian diri.

Hasilnya, peneliti menemukan bahwa para objek penelitian dengan depresi dan kecemasan ternyata bermimpi dengan tema agresi dan penyerangan terhadap dirinya, dan frekuensinya lebih banyak dari mereka yang sehat. Dengan ini, mimpi tersebut merupakan media terapi mereka untuk lebih mengenal dan menerima diri mereka sendiri.

4.  Ada yang salah dengan kejiwaan Anda jika Anda tak bermimpi


Permasalahan tidur kronis mempengaruhi antara 50 hingga 80 persen pasien yang terdiagnosa memiliki gangguan kejiwaan. Padahal, di Amerika Serikat sendiri, hanya 10 persen dari populasi yang menderita gangguan tidur.

Berdasarkan penelitian yang dihelat Harvard University di tahun 2009 dan dirangkum oleh jurnal kesehatan Harvard, ditemukan bahwa ada keterkaitan antara mimpi dan gangguan kejiwaan yang umum, seperti bipolar. Selain itu, kesulitan tidur juga menaikkan resiko mengalami gangguan kejiwaan, baik pada anak-anak, remaja, atau orang dewasa.

Hal ini dikarenakan jika fase tidur REM terganggu, hal ini akan mempengaruhi tingkat transmiter saraf dan juga hormon stres. Hal ini tentu mengganggu regulasi emosional dan mempengaruhi cara berpikir kita.

5. Teori rangsangan ancaman


Teori rangsangan ancaman tentang mengapa kita bermimpi, menyatakan bahwa mimpi memungkinkan kita untuk bersiap menghadapi ancaman atau bahaya.

Dilansir dari jurnal NCBI, sebuah penelitian dari University of Turku di Finlandia, menemukan bahwa simulasi ancaman selama mimpi memungkinkan seseorang untuk melatih mekanisme kognitif mereka, yang mana hal tersebut dibutuhkan untuk persepsi dan penghindaran dari marabahaya.

Hal ini diteliti berdasarkan mimpi anak-anak di berbagai kondisi keluarga yang berbeda dalam hal kesejahteraan. Hasilnya, di keluarga dengan kesejahteraan yang rendah dan keluarganya secara konsisten berada di bawah tekanan, mimpi anaknya akan selalu 'liar' dan buruk. Ini merupakan sebuah simulasi ancaman yang terproyeksi di mimpi secara lebih nyata.

Sebaliknya, anak yang tinggal di rumah tangga yang aman, mimpinya juga aman dan tenang.




Sumber : www.merdeka.com

Info Gadget Dan Kesehatan Agen Resmi Ionclub

Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,ionclub,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:
Livechat        : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line            : lisboa369
WeChat          : Lisboa369
Pin bb          : 2C061DC0
Skype           : lisboa_369
WhatsApp        : +66924855473

Read More » >

Senin, 11 April 2016

Salah Satu Cara Cepat Tertidur Bagi Penderita Insomnia

Ilustrasi menghitung domba

Lisboa369.com - Pernahkah kalian mendengar bahwa jika sedang mengalami susah tidur, maka disuruh menghitung bunga? Ya, mungkin sebagian besar sudah mengetahui hal ini.

Apakah ini benar? Atau hanya sekadar mitos?

Sebenarnya ini bisa dibilang benar, juga bisa tidak. Pasalnya, tergantung di mana kalian berada. Jika kalian berada di daerah yang mayoritas kesehariannya menggunakan bahasa Inggris mungkin akan berlaku. Karena menghitung domba sebenarnya adalah permainan psikologis agar seseorang dapat tersugesti dengan ucapannya sendiri.

Mereka menghitung domba dengan cara seperti ini:
"One sheep..."
"Two sheep..."
"Three sheep..."

Dalam bahasa Inggris, 'tidur' adalah 'sleep'. Sedangkan domba disebut 'sheep'. Nah, dari permainan kata ini orang tua zaman dahulu ingin mensugesti anak-anaknya agar cepat mengantuk dengan cara menyebut kata itu. Istilahnya adalah plesetan yang dapat digunakan sebagai ajakan untuk tidur. Dengan kata 'sheep' yang terdengar seperti 'sleep', maka seorang anak akan mudah tertidur. Ajaibnya, pada zaman itu banyak kasus yang berhasil dengan cara menghitung domba.

Nah, bagaimana dengan di Indonesia? 

Di Indonesia menghitung domba tidak akan membuat kita mengantuk. Karena kata yang digunakan adalah 'domba'. Sedang tujuan kita adalah 'tidur'. Maka, sebaiknya menggunakan plesetan dari kata 'tidur' yang juga masih dalam bahasa Indonesia.

Nah, itulah sejarah bagaimana bisa domba membuat anak tertidur. Sudah jelas kan? Kalau dalam bahasa Indonesia kira-kira kita pakai kata apa ya? Ada yang bisa membantu ide?



www.lisboa369.com
Kami melayani pembukaan akun sbobet,ibcbet,ioncasino,poker,tangkas
silahkan hubungi kami melalui:

Livechat : Livechat Lisboa369
Yahoo Messenger : cs_lisboa369@yahoo.com
Line : lisboa369
WeChat : Lisboa369
Pin bb : 2C061DC0
Skype : lisboa_369
WhatsApp : +66924855473
Read More » >