Slide Show

Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" /> Image Hosted by UploadHouse.com" />
Selamat datang di berita gadget dan kesehatan Lisboa369
Tampilkan postingan dengan label Jepang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jepang. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Maret 2016

Hitachi Luncurkan Teknologi Blockchain Aplikasi Anti Korupsi

Pakar Digital Marketing Indonesia, Anthony Leong
Lisboa369.com - Perusahaan teknologi raksasa Jepang, Hitachi, tak lama lagi akan meluncurkan terobosan terbaru dalam dunia bisnis dan finansial. Laporan resminya bahkan menyebutkan, akan membangun Financial Innovation Laboratory di Silicon Valley. Inovasi besar yang dimaksud bernama Teknologi Blockchain yang merupakan basis dari teknologi mata uang digital.
 
Pakar Digital Marketing Indonesia, Anthony Leong, mengakui kalau potensi teknologi blockchain sangat besar dan patut dikembangkan di Indonesia. Malahan, menurutnya, aplikasi tersebut bisa sangat membantu dalam hal memberantas korupsi, seperti membuat e-budgeting dengan teknologi Blockchain.

“Blockchain punya kelebihan tersendiri, di antaranya lebih efisien karena bisa menekan biaya transaksi, transparan karena dapat diakses publik, dan kemanannya tinggi serta mampu meminimalisasi kasus human error, karena semua transaksi nantinya telah dikomputerisasi dan tercatat secara otomastis,” kata Anthony di Jakarta, Kamis (24/3).

Anthony menambahkan, saat ini, bank ternama semacam Citibank, HSBC, dan bank ternama lain di luar negeri sudah mengaplikasikan teknologi Blockchain di sistem perbankannya. Tak hanya itu, Visa yang dikenal sebagai perusahaan sistem pembayaran (remittance) terbesar di dunia juga turut tergoda dan sedang menguji teknologi tersebut.

Dia juga menyoroti manfaat menarik lain yang dapat diperoleh jika menggunakan teknologi ini. Tidak hanya membuat e-budgeting, bahkan menurutnya aplikasi tersebut bisa membuat pemilihan umum menjadi lebih transparan, dan smart contracts. Malahan, bisa jadi tidak akan perlu lagi adanya pihak ketiga untuk menjadi saksi transaksi perpindahan dana dan dokumen lainnya.

“Manfaatnya banyak, kalau e-budgeting itu nantinya jika sudah dibuat di database Blockchain, itu sudah tidak bisa diganggu gugat lagi oleh siapapun, kalau dari Pemilu nantinya bisa menjadi solusi yang baik ke depannya tanpa membuang biaya yang besar,” ujar Anthony.
Read More » >

Sabtu, 12 Maret 2016

Samsung Memasok Panel Layar OLED Untuk Apple

Contoh Layar OLED Buatan LG
Apple dikabarkan sedang mengerjakan sebuah model Iphone baru yang akan memiliki layar OLED 5,8 inci. Seperti yang dilansir Digitimes, sudah banyak tebakan mengenai kapan Iphone dengan layar OLED siap untuk meluncur. Sementara Analis Apple, Ming-Chi Kuo mengatakan bahwa peluncuran ini tidak akan terjadi sampai 2019.

Jangan berharap Apple untuk memperkenalkan 5,8 inci OLED dengan Model diputar tahun ini. Digitimes mengatakan bahwa kita tidak akan melihat seperti handset dari Apple sampai tahun 2017 di awal.Rumor menambahkan bahwa Samsung akan memasok sebagian besar panel OLED yang digunakan oleh Apple untuk iPhone. LG Display dan Jepang Display juga mengambil kesempatan ini. Kemungkinan Iphone 5.8 inci akan diberi nama iPhone Pro.

Seperti yang diberitakaan sebelumnya 21 Maret, Apple diyakini akan memperkenalkan merek baru handset 4 inch yang disebut Apple Iphone SE. Unit akan didukung oleh chipset A9, menawarkan NFC dan Apple pay. Perangkat ini membawa kamera belakang 12 MP. Pada acara pada tanggal 21, kita juga berharap Apple merilis versi 9.7-inci dari Apple iPad Pro dengan chipset Apple A9X, 4GB RAM, quad-speaker, dan dukungan untuk Apple Pensil dan Smart Keyboard.
Read More » >

Rabu, 09 Maret 2016

Teknologi 4G LTE Ditemukan Oleh Pria Asal Kediri

Khoirul Anwar
Lisboa369.com - Teknologi 4G LTE saat ini tengah berkembang untuk pasar Indonesia. Kecepatan internet yang lebih baik menjadi nilai tambah dari 4G LTE ketimbang pendahulunya seperti HSUPA, HSDPA, dan 3G.

Namun, tahukah Anda bahwa pengembangan teknologi 4G LTE tidak lepas dari peran seorang ilmuwan asal Indonesia. Adalah Khoirul Anwar, seorang peneliti asal Kediri, yang mengembangkan teknologi 4G LTE dan telah mendapat hak paten dari Jepang dan Amerika.

Mengutip informasi dari laman Japan Advanced Institute of Science and Technology (JAIST), Selasa (8/3/2016), teknologi yang dikembangkan Khoirul berasal dari disertasi doktoralnya yang berjudul "Peak Power Reduction for Multicarrier Systems in Satellite and Radio Communications".

Teknologi tersebut kemudian diadopsi menjadi standar International Telecommunication Union-Recomendation (ITU-R) S.1878 dan S.2173, yakni "Multi-carrier Based Transmission Techniques for Satellite Systems".

Konsep yang digagas pria yang pernah mengenyam pendidikan di Institut Teknologi Bandung ini kemudian dijadikan basis dari Single Carrier Frequency Division Multiple Access (SC-FDMA) untuk teknologi 4G LTE yang mampu mereduksi peak power.

Paten ini dapat digunakan untuk teknologi komunikasi yang transmisinya menggunakan dua FFT/IFFT. Selain itu, penelitian Khoirul juga banyak berkutat pada teori informasi jaringan, pengodean kerusakan, pengodean berulang, pengodean untuk jaringan superpadat, serta konferensi di area komunikasi nirkabel.

Atas beberapa tulisan tersebut, Khoirul berhasil mendapatkan penghargaan Best Student Paper Award dari The IEEE Radio dan Wireless Symposium 2006 (RWS'06) California-USA, Best Paper of Indonesian Student Association Conference Kyoto-Jepang 2007, serta penghargaan Achmad Bakrie Award (PAB) 2014.

Khoirul sendiri lahir di Kediri, Jawa Timur dari pasangan Siti Patmi dan Sudjiarto. Ia lulus dari SMA Negeri 2 Kediri dan melanjutkan pendidikan di jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1996.

Ia lulus dari ITB pada tahun 2000 dengan pujian (cum laude) dan mendapat predikat salah satu wisudawan terbaik. Selanjutnya, ia meneruskan pendidikan Master di Jepang di bidang yang sama, wireless communications dan lulus pada 2005. Khoirul mendapat gelar Doktor dari Graduate School of Information Science, Nara Institute of Science and Technology pada 2008.
Read More » >